BERITA DARI ANDA UNTUK MEDIA KLATEN

Home » » Indonesia Jadi Musuh Kapitalisme Karena Open Source Software

Indonesia Jadi Musuh Kapitalisme Karena Open Source Software

Written By gusdurian on Jumat, 26 Februari 2010 | 12.58

Indonesia Jadi Musuh Kapitalisme Karena Open Source Software


Sumber: http://politikana.com/baca/2010/02/25/indonesia-jadi-musuh-kapitalisme-karena-open-source-software.html



Tahukan Anda, kalau penggunaan FOSS (Free Open Source Software) nantinya akan disamakan dengan pembajakan (piracy)? Bahkan lebih buruk; pengguna FOSS akan dijadikan "enemy of the state", lebih tepatnya "enemy of capitalism". Oleh siapa? Siapa lagi kalau bukan US goverment. Heck, they even already put Indonesia in their watchlist.

It turns out that the International Intellectual Property Alliance, an umbrella group for organisations including the MPAA and RIAA, has requested with the US Trade Representative to consider countries like Indonesia, Brazil and India for its "Special 301 watchlist" because they use open source software.

What's Special 301? It's a report that examines the "adequacy and effectiveness of intellectual property rights" around the planet - effectively the list of countries that the US government considers enemies of capitalism. It often gets wheeled out as a form of trading pressure - often around pharmaceuticals and counterfeited goods - to try and force governments to change their behaviours (source).

Sekilas info, Indonesia adalah negara nomor enam penggunaan FOSS (Linux) terpopuler, setelah India, Cuba, Federasi Rusia, Republik Czech dan Bangladesh (sumber).

Lebih jauh lagi, dalam sebuah rekomendasinya pada tahun 2009 lalu, IIPA (International Intellectual Property Alliance) menyebutkan Indonesia layak mendapatkan Special 301 status, karena menyarankan, sekali lagi menyarankan, bukan memaksa seluruh departemen negara dan BUMN menggunakan FOSS pada tahun 2011. Berikut petikan rekomendasinya:

The Indonesian government's policy... simply weakens the software industry and undermines its long-term competitiveness by creating an artificial preference for companies offering open source software and related services, even as it denies many legitimate companies access to the government market (source).

Halah, dasar kapitalis maunya cari untung dengan meng-eksploitasi negara orang. Kalau bicara soal IP (Intellectual Property), dunia open source software justru lebih strict ketimbang dunia proprietary software. Saya tidak tahu dengan Anda, tapi saya justru bangga dengan sebutan "enemies of capitalism". Ayo gunakan dan sebarkan FOSS, lawan kapitalisme!

(juga di posting di: pedy.posterous.com/indonesia-jadi-musuh-kapitalisme-karena-open)
Share this article :

0 komentar: