Satu Produk, Berjuta Cara
Para kepala cabang Bank Century turun lapangan menjajakan produk investasi Antaboga. Yang dibidik adalah nasabah bank di atas Rp 100 juta.
Gula-gula investasi yang dijajakan Bank Century dan PT Antaboga Delta Sekuritas Indonesia beberapa tahun lalu kini terasa pahit buat investor. Meski sempat mengenyam "manisnya" perolehan bunga dari produk investasi itu, ratusan nasabah kini harus gigit jari.
Duit yang mereka tanamkan senilai total Rp 1,5 triliun terancam tak bakal kembali. Padahal, ketika dulu mereka disodorkan produk ini, pihak penjual menjamin penuh dana nasabah. Agar terlihat meyakinkan, produk ini pun dinamai Investasi Dana Tetap Terproteksi.
Itu sebabnya, ketika para nasabah kesulitan mencairkan dananya di Antaboga yang telah jatuh tempo, awal Desember 2008, mereka langsung meradang. Apalagi belakangan mereka tahu bahwa produk investasi tersebut dinyatakan oleh pemerintah dan bank sentral bukan produk Bank Century, tempat mereka semula menanam duit.
Dengan status itu, dana mereka dinyatakan tidak masuk skema penjaminan bank. Maka meledaklah amarah ratusan nasabah itu.
* * *
Setelah dua jam menunggu, belasan nasabah Century yang dananya tersangkut di Antaboga akhirnya berhasil menemui Ching-Ching, anggota staf marketing Bank Century Cabang Muara Karang, Jakarta Barat. Mereka berkeras ingin bertemu dengan Ching-Ching karena dialah yang aktif menawarkan produk Antaboga kepada nasabah.
Wanita bernama asli Lim Hora Sita ini muncul bersama Tjhai Ha, penjabat sementara Kepala Bank Century di sana. Dalam pertemuan tiga jam di lantai II kantor itu, Rabu pekan lalu, Ching-Ching langsung diberondong pertanyaan.
"Ching, apa kamu nggak takut nawarkan produk beginian ke nasabah," kata Henny, seorang nasabah Century. Yang ditanya pun langsung menyahut. "Takut Ci, mana mungkin orang nggak takut," kata perempuan 27 tahun itu.
Dia mengaku pekerjaan ini terpaksa dilakoninya karena bosnya yang memintanya menawarkan produk Antaboga. "Sekarang saya kejepit di tengah," katanya. Ching-Ching pun tak bisa berbuat apa-apa ketika didesak nasabah meneken surat pernyataan bahwa ia telah menawarkan produk Antaboga.
Di kalangan nasabah Century Muara Karang, Ching-Ching bukanlah sosok asing. Bersama kepala cabang yang lama, dia rajin menawarkan produk investasi Antaboga.
Wardjojo, salah seorang nasabah, mengaku bersedia memindahkan dananya setelah diiming-imingi keuntungan menggiurkan oleh Ching-Ching. "Dia bilang, produk ini sama dengan yang Century punya,"kata lelaki 67 tahun itu.
Kisah Ching-Ching hanyalah sekelumit cerita bagaimana Century dan Antaboga menebar jala untuk menjaring duit nasabah. Beragama cara digunakan, dengan sejuta iming-iming.
Salah satu jurus ampuh yang berhasil "melumpuhkan" nalar nasabah adalah produk ini dijual lewat Bank Century, atau setidak-tidaknya dijanjikan dijamin Century. "Karena dibilang tidak ada bedanya dengan produk bank, kami jadi yakin," kata sejumlah nasabah.
Bank Century mulai menjual produk tersebut setelah menjadi sub-agen penjual pada 9 Februari 2005. Namun, setelah Bank Indonesia mengeluarkan teguran, Century sejak Februari 2006 menghentikan aktivitasnya itu. Logo Century pun tidak lagi terpampang dalam formulir aplikasi produk investasi.
Itu resminya. Kenyataan di lapangan berbeda. Diam-diam produk ini tetap dipasarkan dengan gencar oleh jaringan pemasaran Century, meski logo yang tercantum tinggal Antaboga selaku agen penjual dan PT Kuo Capital Securities selaku manajer investasi.
"Para kepala cabang dan kepala bagian operasi masih aktif menawarkan produk ini," kata seorang nasabah asal Surabaya. Mereka turun tangan langsung menemui nasabah, sehingga membuat para nasabah tak ragu-ragu. "Apalagi mereka bilang, Robet Tantular, pemilik Antaboga, juga pemegang saham Century," kata Wardjojo menirukan Ching-Ching.
Adapun para nasabah yang dibidik, kata Henny, biasanya yang punya dana tabungan atau deposito di atas Rp 100 juta. "Kalau di bawah itu tidak boleh ikut," katanya. Mereka menyebut produk ini dengan beragam istilah, seperti reksa dana terproteksi super, deposito terproteksi, reksa dana terproteksi, hingga simpanan terproteksi. Keuntungan yang dijanjikan lebih tinggi dibanding bunga deposito.
Untuk masa satu bulan investasi, bunga yang ditawarkan 10 persen. Sedangkan tiga bulan investasi bunganya 13 persen, enam bulan investasi 13,5 persen, dan 12 bulan investasi sebesar 15 persen. Hebatnya lagi, semua bebas pajak.
Menurut para penjaja produk investasi ini, dana yang dihimpun akan diinvestasikan ke berbagai sektor, salah satunya properti. Pembelian dilakukan dengan mendebit rekening nasabah di Bank Century. "Keuntungan juga masuk ke rekening kami di Century," kata Henny.
Selain menggunakan sistem debit rekening, penjualan produk ini bisa pula dilakukan lewat mekanisme transfer. Seorang nasabah di Solo diminta mentransfer uang ke rekening Bank Century di BCA. Agar semakin terlihat menarik, sejak September 2008 dilansir program bonus emas 10 gram untuk setiap penempatan dana Rp 1 miliar.
Berbagai iming-iming dan layanan prima itulah yang membuat para nasabah terpincut oleh tawaran investasi Century-Antaboga. Dana Rp 13 miliar milik paguyuban petani tembakau di Jawa Timur ikut tersangkut. Di Bali bahkan ada nasabah yang terancam duitnya lenyap hingga Rp 40 miliar.
Elena T., nasabah Century cabang Pintu Air, Jakarta, mengaku para nasabah memang kecolongan. Mereka terbuai oleh bujuk rayu para penjaja produk investasi itu meski tak secuil pun prospektus didapat, termasuk penjelasan soal risiko. Lagi pula, mereka juga mengaku tak paham dengan urusan jelimet ini. "Kami begitu percaya pada Century," katanya.
http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/01/21/Ekonomi_dan_Bisnis/krn.20090121.154443.id.html
Satu Produk, Berjuta Cara
Written By gusdurian on Rabu, 21 Januari 2009 | 11.45
Related Games
If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar