BERITA DARI ANDA UNTUK MEDIA KLATEN

Home » » Rencana 2008-2018, Pemerintah Setujui RUPTL PLN

Rencana 2008-2018, Pemerintah Setujui RUPTL PLN

Written By gusdurian on Sabtu, 03 Januari 2009 | 11.47

Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro telah menyetujui Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) tahun 2008-2018."Sudah diteken Pak Menteri pada pekan lalu," kata Direktur Utama PT PLN, Fahmi Mochtar, di Jakarta, Kamis (1/1).RUPTL merupakan rencana jangka panjang penyediaan ketenagalistrikan nasional baik yang dilakukan PLN maupun proyek listrik swasta (independent power producer/IPP) sampai 2018.Dalam RUPTL antara lain disebutkan total kebutuhan dana investasi instalasi ketenagalistrikan PLN dan IPP sampai tahun 2018 mencapai 83,7 miliar dolar AS.Kebutuhan dana tersebut terdiri atas pembangkitan tenaga listrik senilai 56,9 miliar dolar AS, transmisi 14,4 miliar dolar AS, dan distribusi 12,4 miliar dolar AS.Perinciannya, pembangkitan 2008 sebesar 4.337,9 juta dolar AS dan pada periode selanjutnya masing-masing sebesar 6.201,7 juta dolar AS (2009), 7.672 juta dolar AS (2010), 7.170,4 juta dolar AS (2011), 6.407 juta dolar AS (2012), 5.114 juta dolar AS (2013), 5.061,3 juta dolar AS (2014), 4.503 juta dolar AS (2015), 4.941 juta dolar AS (2016), 3.494,3 juta dolar AS (2017), dan 1.666,6 juta dolar AS (2018).Kebutuhan dana transmisi pada 2008 adalah 1.955,7 juta dolar AS, 2009 sebesar 2.401,5 juta dolar AS, 2010 sebanyak 1.430,9 juta dolar AS, 2011 sekitar 1.049,7 juta dolar AS, 2012 sejumlah 1.408,4 juta dolar AS, 2013 sebesar 1.866,7 juta dolar AS, 2014 sebanyak 1.531,5 juta dolar AS, 2015 sekitar 1.614 juta dolar AS, 2016 sejumlah 502,7 juta dolar AS, 2017 sebanyak 288,8 juta dolar AS, dan 2018 sebesar 59,1 juta dolar AS.Sedangkan kebutuhan dana distribusi sebesar 703 juta dolar AS (2008), 761,6 juta dolar AS (2009), 959,9 juta dolar AS(2010), 974,5 juta dolar AS (2011), 1.029 juta dolar AS (2012), 1.109,9 juta dolar AS (2013), 1.193 juta dolar AS (2014), 1.260,3 juta dolar AS (2015), 1.375,1 juta dolar AS (2016), 1.496,6 juta dolar AS (2017), dan 1.520,4 juta dolar AS (2018).
Menurut Fahmi, total daya pembangkit yang dibutuhkan sampai 2018 sebanyak 57.442 MW terdiri atas IPP sebesar 22.168 MW dan PLN 35.274 MW.Perinciannya, pada 2009 tambahan daya pembangkit IPP 350 MW dan PLN 3.117 MW, 2010 IPP 934 MW dan PLN 7.740 MW, 2011 IPP 3.192 MW dan PLN 2.071 MW, dan 2012 IPP 3.472 MW dan PLN 3.486 MW.Selanjutnya, pada 2013 adalah IPP 2.088 MW dan PLN 2.825 MW, 2014 IPP 3.490 MW dan PLN 1.552 MW, 2015 IPP 1.435 MW dan PLN 3.289 MW, 2016 IPP 2.861 MW dan PLN 2.963 MW, 2017 IPP 2.879 MW dan PLN 3.202 MW, dan 2018 IPP 1.358 MW dan PLN 4.705 MW.Target bauran energi pembangkit pada 2018 adalah batubara sebanyak 63%, gas 17%, panas bumi 12%, air 6%, dan BBM 2%.Dengan batubara yang dibutuhkan pada tahun 2018 adalah sebesar 107,1 juta ton, gas alam cair 73,9 miliar kaki kubik yang mulai masuk tahun 2015, gas alam 501,2 miliar kaki kubik, solar 1,55 juta kiloliter dan minyak bakar 183.600 kiloliter.Total kebutuhan transmisi sampai tahun 2018 adalah sepanjang 44.257 km sirkuit (kms) yang terdiri atas 500 kV AC sepanjang 4.129 kms, 500 kV AC 350 kms khusus kebutuhan tahun 2016, 275 kV 10.502 kms, 150 kV 26.572 kms, dan 70 kV 2.705 kms.Total kebutuhan trafo sampai 2018 sebanyak 103.000 MVA yang terdiri atas 500/275 kV 1.000 MVA, 500/150 kV 29.832 MVA, 275/150 kV 8.350 MVA, 150/70 kV 910 MVA, 150/20 kV 59.998 MVA, dan 70/20 kV 2.910 MVA.Untuk distribusi, total kebutuhan jaringan tegangan menengah sampai 2018 sepanjang 175.013 kilometer sirkuit (kms), jaringan tengangan rendah 222.018 kms, dan trafo 30.877 MVA.Pertumbuhan listrik pada 2008-2009 bakal dibatasi oleh kemampuan produksi dengan perkiraan tumbuh 6,5% tahun 2008 dan 7,6% tahun 2009.Sedangkan penjualan listrik tahun 2010-2018 tidak dibatasi mengingat pembangkit batubara percepatan telah beroperasi dan PLN akan menyambung permohonan yang masih dalam daftar tunggu.Pada 2018, rasio elektrifikasi ditargetkan mencapai 95,5%.Saat ini kapasitas terpasang pembangkit mencapai 29.885 MW yang dioperasikan PLN mencapai 24.924 MW, IPP 4.044 MW, dan lain-lain 916 MW dengan rasio elektrifikasi 60,78%.
[EL, Ant]

http://gatra.com/artikel.php?id=121630
Share this article :

0 komentar: