Israel Serang Kantor PBB
Klaim Israel bahwa mereka hanya memburu Hamas di Jalur Gaza kian sulit dibuktikan. Kemarin tiga tembakan tank Israel menghajar kompleks UNRWA, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengurusi pengungsi Palestina. Tiga orang anggota staf PBB terluka. Dua gudang berisi ratusan ton obat dan bantuan untuk korban perang terbakar.
Saat tank Israel menyalak, ratusan pengungsi Palestina tengah berlindung di kompleks UNRWA. Belum jelas bagaimana nasib mereka. Dalam serangan Israel sebelumnya pada sebuah sekolah yang dikelola PBB, 42 warga sipil tewas. Kemarin Israel pun membombardir rumah sakit dan kantor tempat berkumpulnya para jurnalis media internasional.
Pemimpin dunia gusar. "Saya telah memprotes keras," kata Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, yang baru tiba di Tel Aviv. "Sungguh tak bisa diterima," kata Perdana Menteri Inggris Gordon Brown. "Saya sangat syok dan risau," ujar Louis Michel, Komisioner Uni Eropa untuk Bantuan Kemanusiaan.AFP | BBC | Jajang
http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/01/16/headline/krn.20090116.154001.id.html
Israel Serang Markas PBB
Venezuela dan Bolivia memutus hubungan diplomatik dengan Israel.
KOTA GAZA – Tank Israel kemarin menembaki kompleks markas Badan Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Palestina (UNRWA) di Kota Gaza. Serangan itu mengakibatkan gudang penyimpanan bahan bantuan kemanusiaan terbakar.
“Sebuah tank Israel menembakkan meriam ke dalam kompleks UNRWA di Gaza, melukai tiga anggota staf,” kata juru bicara UNRWA, Adnan Abu Hasna, kepada kantor berita AFP.
Ketika serangan itu terjadi, ratusan pengungsi Palestina dari utara Jalur Gaza tengah berlindung di sana.
Seorang pejabat UNRWA yang tak mau disebutkan namanya mengungkapkan, gudang yang terbakar itu menyimpan ratusan ton bahan pangan dan obat-obatan. Juru bicara lembaga itu di Yerusalem, Chris Gunnes, mengatakan lima kendaraan operasional juga tersimpan di sana.
Sekretaris Umum PBB Ban Ki-moon, yang tiba di Israel kemarin pagi, sangat marah atas serangan itu. “Saya telah menyampaikan protes keras saya dan mendesak penjelasan penuh dari Menteri Pertahanan dan Menteri Luar Negeri,” kata Ban kepada para wartawan di Ibu Kota Tel Aviv.
Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak telah menyampaikan permohonan maaf kepada Ban. Pemimpin Partai Buruh ini mengakui kejadian itu sebuah kesalahan besar dan akan ditangani sangat serius.
“Ia meyakinkan saya, perhatian lebih akan diberikan kepada pelbagai fasilitas PBB dan stafnya, dan ini tidak akan terulang,” ujar Ban.
Sebelumnya, Israel pernah mengebom sebuah sekolah yang dijalankan oleh UNRWA. Serbuan ketika itu menewaskan 42 warga sipil, kebanyakan anak-anak. Tempat itu pun menjadi salah satu lokasi perlindungan.
Gempuran besaran-besaran Israel juga menghantam kantor sejumlah media, mencederai juru kamera stasiun televisi dari Abu Dhabi. Rumah Sakit Al-Quds di kawasan Tal al-Hawa, Kota Gaza, juga menjadi sasaran tembakan meriam tank.
“Kami harap kebakaran tidak menyebar ke bagian lain,” kata seorang pejabat rumah sakit itu.
Pertempuran sengit masih terus berlanjut, dan hingga hari ke-20 kemarin jumlah korban tewas 1.100, termasuk 360 anak-anak dan 170 ibu. Lebih dari 4.600 lainnya cedera. “Jumlah korban telah mencapai angka yang tidak dapat diterima,” ujar Ban seraya menyerukan lagi agresi harus segera dihentikan.
Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni memastikan hanya Israel yang berhak menentukan bagaimana dan kapan operasi militer itu disetop. “Kami mempunyai penilaian sendiri terhadap perkembangan saban hari, kami akan memutuskan kapan akan dihentikan,” katanya.
Terus memburuknya situasi di Gaza membuat Presiden Venezuela Hugo Chavez dan Presiden Bolivia Evo Morales memutus hubungan diplomatik dengan negara Zionis itu. AFP | BBC| CNN | NEW YORK TIMES | FAISAL ASSEGAF
http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/01/16/headline/krn.20090116.154002.id.html
Israel Serang Kantor PBB
Written By gusdurian on Jumat, 16 Januari 2009 | 12.36
Related Games
If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar