BERITA DARI ANDA UNTUK MEDIA KLATEN

Home » » Kalau Ada Putra Sang Fajar, Siapakah Putra Sang Senja?

Kalau Ada Putra Sang Fajar, Siapakah Putra Sang Senja?

Written By gusdurian on Senin, 11 April 2011 | 15.45

SISI LAIN ISTANA


Jumat (1/4) di Universitas Bung Karno, Menteng, Jakarta, berlangsung acara pembukaan latihan pergelaran drama panggung kolosal ”Putera Sang Fajar” untuk mengenang presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno atau Bung Karno. Ia lahir pada 6 Juni 1901 dan wafat 21 Juni 1970.

Drama ini akan digelar di Jakarta, Juni mendatang. Widyawati, bintang film senior, yang akan berperan sebagai Ny Fatmawati, istri Bung Karno, hadir pada acara pembukaan latihan itu. Dengan pakaian serba putih dan penampilan anggun, istri almarhum Sophan Sophiaan yang duduk di dekat putri ketiga Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri, mengatakan, ”Saya kenal Ibu Fatmawati. Beliau ramah dan baik hati.”

Pemimpin berkarakter

Mantan Menteri Koordinator Perekonomian Kabinet Abdurrahman Wahid (2000-2001) Rizal Ramli dalam sambutan pada acara itu, antara lain, mengatakan, Bung Karno besar karena punya gagasan dan pemikiran besar.

”Bung Karno juga terkenal di dunia. Kalau kita ke Afrika atau Amerika Latin dan memperkenalkan diri sebagai orang Indonesia, orang-orang di kedua benua itu sering berkata tentang Bung Karno,” ujar Rizal Ramli.

”Kalau kita naik taksi di New York, tidak jarang sopir taksi di sana akan bicara nama Bung Karno kalau mereka tahu kita dari Indonesia,” kata Rizal Ramli.

Menurut Rizal Ramli, Bung Karno adalah pemimpin yang mengajarkan tentang pembangunan karakter bangsa ini. Menurut Rizal, pemimpin bangsa dan seniman harus punya karakter.

Rizal Ramli memberi contoh tentang pelukis asal Belanda, Van Gogh (1853-1890), yang tidak dikenal pada masa hidupnya. Ia tidak dikenal karena karakternya yang tidak ikut-ikutan mode yang sedang populer pada masanya. ”Setelah meninggal, lukisannya termasuk yang paling bernilai di dunia,” ujar Rizal.

Rizal juga berbicara soal teater. ”Teater juga bagus untuk melatih mahasiswa bekerja secara tim dan belajar mengekspresikan diri,” ujar Rizal.

”Sejumlah universitas terkenal di Amerika banyak yang mengajarkan tentang teater,” ujar Rizal Ramli yang mendapatkan doktor ilmu ekonomi dari Boston University, Amerika Serikat, 1990.

Menurut Rizal, seni teater atau seni lain bukan hanya persoalan teknik, melainkan juga penjiwaan atau bisa menangkap rohnya. ”Seperti yang dikatakan Rachmawati Soekarnoputri, pentas ’Putera Sang Fajar’ ini harus bisa mengekspresikan roh dari Bung Karno,” ujar Rizal.

”Geng Ngopi”

Sejak Sabtu (2/4) hingga Senin, ”Putera Sang Fajar” dilontarkan dalam percakapan di tiga kelompok Blackberry Messenger (BBM), yakni ”Eks Istana” (sebagian besar anggotanya wartawan istana pada masa Presiden Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri), ”Geng Ngopi” (para wartawan istana masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, anggota DPR, dan seniman), serta ”Istana” (kelompok wartawan istana pada masa SBY).

Novi Lumanauw dari ”Geng Ngopi” dan ”Istana” mengatakan, yang disebut Putera Sang Fajar itu Bung Karno. ”Karena Bung Karno dilahirkan saat fajar menyingsing,” ujar Novi.

Nana Marha dari ”Geng Ngopi” yang juga anggota panitia humas Sea Games XXVI/2011 yang sedang pusing soal dana yang tidak kunjung turun pun bertanya, ”Lalu, Putera Sang Senja siapa, ya?”

(J Osdar)

http://cetak.kompas.com/read/2011/04/05/03221662/kalau.ada.putra.sang.fajar.siapakah..putra.sang.senja
Share this article :

0 komentar: