BERITA DARI ANDA UNTUK MEDIA KLATEN

Home » » Demokrat Patok Rp 50 Juta buat Calon Bupati

Demokrat Patok Rp 50 Juta buat Calon Bupati

Written By gusdurian on Jumat, 29 Januari 2010 | 11.11

PDI Perjuangan juga memasang tarif dengan jumlah berbeda.
Dewan Pengurus Cabang Partai Demokrat Kabupaten Kediri mematok tarif
Rp 50 juta kepada calon kepala daerah yang ingin maju menggunakan
kendaraan partai itu. Banderol tersebut jauh lebih banyak ketimbang
yang dipatok PDI Perjuangan sebagai partai pemenang pemilihan umum di
kabupaten tersebut.

Iskak--anggota tim pemenangan calon Bupati Kediri periode 2010-2015,
Nurlaila--mengaku diminta membayar Rp 50 juta oleh Partai Demokrat.
Menurut dia, angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding partai
lainnya. "PDIP saja minta Rp 5 juta,"katanya kepada Tempo kemarin.

Iskak, yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Amanat
Nasional, mengatakan calon yang diusungnya itu akan berkoalisi, salah
satunya dengan Partai Demokrat. Kata dia, koalisi ini mutlak
diperlukan untuk membangun kekuatan pemilihan bupati yang akan digelar
pada 12 Mei mendatang.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kediri Kusyanto membenarkan adanya
uang "mahar" itu. Angka itu masih menjadi bahan diskusi panitia
penjaringan Partai Demokrat untuk disosialisasi kepada bakal calon.

Tak hanya DPC Partai Demokrat Kabupaten Kediri yang mematok uang
"mahar" itu. DPC Partai Demokrat Kota Surabaya pun melakukan hal yang
sama dengan besaran berbeda.

Bagi para calon yang bakal menggunakannya, Partai Demokrat Kota
Surabaya mematok angka Rp 15 juta. Ini seperti yang dilakukan Arif
Afandi, Wakil Wali Kota Surabaya, yang mendaftar sebagai calon Wali
Kota Surabaya periode 2010-2015. Saat mendaftar pada Rabu dua pekan
lalu, ia menyerahkan uang pendaftaran yang ditetapkan itu.

Begitu pula yang dilakukan Wisnu Wardhana, calon lain yang menggunakan
Partai Demokrat Kota Surabaya untuk maju memperebutkan posisi Wali
Kota Surabaya. Wisnu, yang saat ini menjabat Ketua DPRD Kota Surabaya,
kemarin memang baru mendaftar ikut penjaringan calon wali kota yang
bakal diusung partai itu. Saat mendaftar, ia juga menyerahkan uang
pendaftaran Rp 15 juta. "Saya memang memilih mendaftar pada hari-hari
terakhir penutupan," kata Wisnu, yang datang didampingi tim suksesnya
beserta anak dan istrinya.

Kini, sudah ada tiga orang yang akan mengikuti bursa penjaringan bakal
calon wali kota melalui Partai Demokrat. Ketiganya adalah Wisnu, Arif
Afandi, dan Abimanyu (mantan Ketua PNBK Jawa Timur). Sedangkan bakal
calon wakil wali kota yang mendaftar adalah Alim Tualele (Wakil Ketua
Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur).

Di Mojokerto, pemilihan bupati juga diramaikan dengan majunya Ketua
MUI setempat, Ahmad Dimyati Rosyid atau biasa disapa Gus Dim. Kemarin
Ahmad mendeklarasikan diri ikut memperebutkan posisi bupati itu. Ia
mengaku didukung PKNU, Gerindra, Hanura, serta beberapa partai lain
yang tak punya kursi di Dewan.

HARI TW | DINI M | M. TAUFIK

http://epaper.korantempo.com/KT/KT/2010/01/28/ArticleHtmls/28_01_2010_010_007.shtml?Mode=1
Share this article :

0 komentar: