BERITA DARI ANDA UNTUK MEDIA KLATEN

Home » » Warna Baru Parlemen Jakarta

Warna Baru Parlemen Jakarta

Written By gusdurian on Selasa, 05 Mei 2009 | 12.08

Warna Baru Parlemen Jakarta
Purnawirawan jenderal bukukan suara terbanyak.
Wajah parlemen Jakarta dipastikan bakal lebih berwarna selama lima tahun ke depan. Pemilihan calon anggota legislatif yang baru saja selesai telah menelurkan wajah-wajah baru di parlemen, dari artis, jenderal, hingga tokoh pemuda Betawi.
Dalam daftar terpilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum Jakarta, Ahad lalu, tercatat ada 70 "orang baru" di antara 94 kursi yang diperebutkan. Sisanya, 24 orang, pernah menduduki posisi sebagai anggota Dewan periode 2004-2009.
Dari nama-nama baru itu, terselip selebritas Wanda Hamidah. Calon legislator dari Partai Amanat Nasional itu berhasil memperoleh kursi setelah mengantongi 8.768 suara dari wilayah pemilihan Jakarta Selatan. Dengan pencapaian itu, Wanda menjadi satu-satunya artis yang masuk ke Kebon Sirih. Aktor komedi Mandra juga maju sebagai calon legislator dari Partai Amanat Nasional, namun jumlah suaranya rontok.
Wanda mengaku yakin bakal terpilih. "Karena saya bekerja keras selama enam bulan terakhir, door to door mencari simpati dan tidak mengandalkan popularitas," tuturnya kepada Tempo kemarin.
Perempuan kelahiran 21 September 1977 itu berharap bisa berkontribusi dalam pembuatan peraturan daerah yang meniadakan diskriminasi dalam pelayanan kesehatan dan pendidikan bagi warga miskin. "Saya ingin nggak ada lagi bayi-bayi yang disandera di rumah sakit karena orang tuanya tak mampu membayar," katanya.
Ada nama baru yang cukup tenar di Jakarta, yakni Abraham Lunggana atau yang lebih dikenal sebagai Haji Lulung, tokoh pemuda Tanah Abang. Calon legislator dari Partai Persatuan Pembangunan itu mengantongi 11.403 suara. Selain aktif di partai, Abraham menjadi Sekretaris Badan Musyawarah Betawi dan aktivis Pemuda Panca Marga.
Kalangan militer juga kebagian kursi. Tercatat, ada dua pensiunan jenderal duduk di parlemen DKI, yakni Brigadir Jenderal (Purnawirawan) Berlin Hutajulu dan Mayor Jenderal (Purnawirawan) Ferial Sofyan. Berlin memperoleh 8.788 suara di Jakarta Pusat. Sedangkan Ferial mencatat angka fantastis, 56.595 suara, sehingga membukukan diri sebagai anggota parlemen dengan suara terbanyak.
Ada juga para mantan pejabat Pemerintah Provinsi DKI yang mendapat kursi. Mereka adalah mantan Wali Kota Jakarta Utara Suprawito yang mewakili Partai Hati Nurani Rakyat, serta mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Syahrial dari PDI Perjuangan.
Keberadaan wajah-wajah baru di parlemen Jakarta itu bisa mengkhawatirkan jika mereka tidak segera melengkapi diri dengan tambahan wawasan tentang Jakarta. "Mereka harus menganalisis permasalahan yang terjadi di Jakarta," kata Amir Hamzah, pengamat kebijakan politik metropolitan dari Cabin for Watch and Empowerment, kepada Tempo kemarin.
Menurut Amir, jika ada anggota Dewan yang tidak tahu kendala yang dihadapi DKI selama ini, hal itu akan menghambat pembangunan. "Bisa mengancam pembangunan Jakarta," tutur Amir. Jika hal itu terjadi, "Pembangunan pada 2010 bisa sama dengan pembangunan 2008 dan 2009," ujarnya.
Di antara orang-orang yang berhasil bakal berkantor di Kebon Sirih, ada satu orang yang tersangkut kasus pidana pemilu. Nur Afni Sajim, calon dari Partai Demokrat, pada Februari lalu sempat disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat karena melanggar waktu kampanye. Ia divonis bebas.
Anggota Komisi Pemilihan Umum DKI, Sumarno, mengatakan Nur Afni tetap bisa maju sebagai anggota Dewan sekalipun proses hukumnya tetap berjalan. "Pidana yang dikenakan tak serta merta menggugurkan pencalonan ataupun keanggotaannya di legislatif setelah terpilih," kata dia.
Menurut Sumarno, para anggota parlemen baru itu akan segera dilantik setelah masa jabatan anggota Dewan yang lama berakhir pada Agustus mendatang. "Kami segera melayangkan surat tembusan kepada parpol yang berisi nama-nama caleg ini sebagai langkah selanjutnya," tutur Sumarno. FERY FIRMANSYAH| EKA UTAMI| RUDY PRASETYO| ISTI
Yang Bertahan di Kebon Sirih
Dari 24 nama lama yang bertahan, ada 10 nama yang sudah dikenal masyarakat:
1. Nurmansyah Lubis (PKS)
2. Selamat Nurdin (PKS)
3. Prya Ramadhani (Golkar)
4. Igo Ilham (PKS)
5. Triwisaksana (PKS)
6. Nurjannah Hulwani (PKS)
7. Sayogo Hendrosubroto (PDIP)
8. Inggard Joshua (Golkar)
9. Maringan P. (PDIP)
10. Ahmad Husin Alaydrus (Demokrat)
EKA UTAMI

http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/05/05/Metro/krn.20090505
Share this article :

0 komentar: