BERITA DARI ANDA UNTUK MEDIA KLATEN

Home » » Presiden PKS Tantang Abdul Hadi

Presiden PKS Tantang Abdul Hadi

Written By gusdurian on Sabtu, 21 Maret 2009 | 14.16

Dugaan Suap Anggota DPR
Presiden PKS Tantang Abdul Hadi


Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring menantang Abdul Hadi Djamal, tersangka kasus dugaan suap terkait pembangunan dermaga di wilayah Indonesia timur, untuk membuka semua fakta di persidangan.

"Buktikan saja dengan mengungkap fakta-fakta di persidangan. Jangan `nyanyi`, `tembak sana`, `tembak sini`, itu black campaign (kampanye hitam)," katanya kepada wartawan usai berkampanye di Lapangan Wika, Jakarta Timur, Jum`at (20/3) petang.

Sebelumnya, Abdul Hadi menuduh anggota DPR dari PKS, Rama Pratama, hadir dalam rapat informal pantia anggaran DPR di Hotel Ritz Carlton, Jakarta yang memutuskan kenaikan alokasi dana stimulus dari Rp10,2 trilun menjadi Rp12,2 triliun.

Abdul Hadi, yang telah dipecat dari keanggotaannya di Partai Amanat Nasional (PAN) akibat kasus itu, juga mengatakan bahwa kenaikan dana stimulus itu berujung pada dugaan suap yang menjerat dirinya.

Abdul Hadi ditangkap oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga menerima uang sebesar Rp54,5 juta dan 90 ribu dolar AS dari pengusaha Hontjo Kurniawan melalui pegawai Departemen Perhubungan, Darmawati. Pemberian itu diduga terkait dengan pembangunan dermaga di wilayah Indonesia bagian timur.

Terkait masalah tersebut, Tifatul mengatakan, sebaiknya semua pihak menyerahkan kasus itu kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tifatul juga menegaskan, belakangan ini partainya memang sering kali menjadi "sasaran tembak" kampanye hitam, seperti tuduhan terhadap pimpinan PKS di Indramayu yang dituduh memperkosa gadis. "Ketua PAC PKS Indramayu dituduh memperkosa, padahal kemudian terbukti yang memperkosa adalah preman. Dan kita tidak mengenal PAC, yang ada adalah DPC (Dewan Pimpinan Cabang)," katanya.

DPP PKS, lanjutnya, melakukan kontrol yang ketat terhadap anggota legislatifnya. "Termasuk Rama Pratama juga saya kontrol, saya bilang `Rama, jangan main-main kamu`," katanya.

"Kalau Hadi Djamal sudah tertangkap tangan, ya tolong tanggung jawab dong, jangan memfitnah orang. PKS tidak akan menjadi `bumper` koruptor," tegasnya.

PKS pun, kata Tifatul, tidak akan menutupi jika memang ada kadernya yang terbukti melakukan penyelewenangan jabatan seperti korupsi, dan jika terbukti akan ditindak tegas.

Di tempat yang sama, Rama Pratama, yang juga berkampanye di tempat itu, mengatakan jika dirinya telah menyerahkan kasus itu kepada proses hukum, dan telah menugaskan tim kuasa hukumnya untuk menangani kasus tersebut. "Sekarang saya ingin konsentrasi untuk memenangkan pemilu, jadi ke depan saya tidak mau menanggapi lagi soal itu. Biar pengacara saya saja yang menjawab," katanya.

Di tempat terpisah, anggota Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid usai berkampanye di Lapangan Blok S, Jakarta Selatan, mengatakan bahwa PKS tidak akan memecat Rama Pratama karena yang bersangkutan telah bersumpah tidak melakukan apa yang dituduhkan terhadapnya. Apalagi Rama Pratama juga berani diperiksa KPK.

Hidayat mengatakan, Abdul Hadi juga tidak bisa membedakan hotel tempat pertemuan, apakah Hotel Ritz Carlton atau Hotel Four Season. "Ternyata yang dimaksud di Four Season dan Rama Pratama juga mengaku tidak ikut dalam pertemuan di sana," katanya.

Senada dengan Tifatul, Hidayat juga menegaskan, PKS bersikap tegas terhadap kadernya yang melakukan penyimpangan, bahkan hingga pada pemecatan. [EL, Ant]


http://gatra.com/artikel.php?id=124184
Share this article :

0 komentar: