BERITA DARI ANDA UNTUK MEDIA KLATEN

Home » » Korban Diperkosa 3.000 Kali

Korban Diperkosa 3.000 Kali

Written By gusdurian on Rabu, 18 Maret 2009 | 10.40

Korban Diperkosa 3.000 Kali
Sidang Inses di Austria
"Gudang bawah tanah adalah taman bermain bagi ayah saya."
WINA--Elisabeth Fritzl, 42 tahun, korban pemerkosaan oleh ayah kandungnya, Josef Frittzl, 73 tahun, kemarin mengaku disetubuhi sebanyak 3.000 kali selama disekap 24 tahun di gudang bawah tanah. Kesaksian Elisabeth diputar di persidangan yang hanya diikuti oleh hakim, jaksa, delapan anggota juri, dan pengacara Frittzl. Adapun Elisabeth absen hadir.

"Gudang bawah tanah adalah taman bermain bagi ayah saya," kata Elisabeth dalam video berdurasi 11 jam itu, yang akan diputar bertahap selama pekan ini di persidangan. "Saya seperti mainan buat dia. Dia datang, menyetubuhi saya, lalu pergi," tutur Elisabeth seperti diutarakan jaksa penuntut Christiane Burkheiser dalam sidang tertutup tersebut.

Menurut Burkheiser, di video itu Elisabeth mengaku merasa jiwa dan raganya sakit, terutama ketika Frittzl membawa ketiga anak mereka ke lantai atas. "Bisakah Anda membayangkan seperti apa perasaan Elisabeth?" ujar Burkheiser. Ujarnya lagi, yang membuat Elisabeth terpukul adalah kematian satu dari delapan anak mereka--Elisabeth pernah keguguran sekali.

"Frittzl gagal mendapatkan pertolongan medis bagi Michael?" ujar Burkheiser soal anak yang terlahir kembar pada 1996 tersebut. "Anak itu meninggal setelah dilahirkan, dan Frittzl membakar jasadnya." Menurut Burkheiser, dalam rekaman itu dikisahkan pula kronologi kejadian penyekapan yang berlangsung pada 1984 tersebut.

Kisahnya bermula pada Agustus 1984. Saat itu Elisabeth, yang berumur 18 tahun, diminta Frittzl membantunya memperbaiki pintu di gudang bawah tanah yang baru saja rampung dibangun. Saat di gudang itulah Frittzl membekap hidung dan mulut Elisabeth dengan kain yang sudah dilumuri obat bius. Sejak itu, pintu gudang bawah tanah terkunci rapat-rapat.

Keesokan harinya, Frittzl, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang listrik, melilitkan besi ke sekeliling perut Elisabeth, yang terkapar di sudut ruangan tanpa kaca dan jendela tersebut. Nah, pada hari itulah Frittzl memperkosa Elisabeth untuk pertama kalinya--tapi ada laporan yang menyebut Frittzl memperkosa putrinya yang cantik itu pertama kali pada usia 11 tahun.

Sejak saat itu, kata Elisabeth, ia menjadi budak nafsu berahi ayahnya. Semenjak hari itu pula, ia tak lagi pernah melihat kilau cahaya matahari. Juru bicara pengadilan, Franz Cutka, kepada pers mengatakan Frittzl mengaku bersalah. Ia mengaku telah memperkosa Elisabeth dan melakukan hubungan seks sedarah.

"Tapi Frittzl tak mengakui telah memperbudak Elisabeth," kata Cutka. Menurut Cutka, selama persidangan berlangsung, Frittzl "sama sekali tidak memperlihatkan tanda-tanda penyesalan atau menyadari bahwa perbuatannya itu sudah melampaui batas". Kata Cutka lagi, kesaksian Elisabeth dan saudara lelakinya, Herb, itu yang akan ditanyakan kepada Frittzl selama sidang.

Namun, Cutka enggan mengungkapkan detail jalannya persidangan dan laporan runtutan sesi persidangan. "Persidangan ini sangat sensitif," ujar Cutka beralasan. Adapun Rudolf Mayer, pengacara Frittzl, membantah jika kliennya disebut monster. "Dia itu manusia, bukan monster," ujar Mayer. "Karena itu, klien saya meminta juri bersikap obyektif."

Dalam persidangan yang digelar di Kota St. Poelten, Austria, tersebut, Frittzl sempat berkisah tentang masa kecilnya. Ia mengaku kerap menjadi sasaran pukulan ibunya. Ia juga mengaku tak punya kawan. Cutka mengatakan, selain mendengar kesaksian Elisabeth, sidang akan meminta keterangan empat saksi ahli. Lalu di manakah Elisabeth dan anak-anaknya selama ini?

"Selama persidangan, Elisabeth dan enam anaknya berada di klinik psikiater," kata Cutka. Konon, mereka sudah berada di klinik yang jaraknya tak jauh dari gedung pengadilan itu sejak mereka dibebaskan tahun lalu. Menurut Cutka, pengadilan akan mengeluarkan vonis atas kasus terburuk dalam sejarah Austria tersebut pada Jumat mendatang. AP | AFP | BBC | ANDREE PRIYANTO

SEGEPOK DAKWAAN MONSTER AUSTRIA

PEMBUNUHAN:

Jaksa penuntut mengatakan bayi yang tewas pada 1996 meninggal karena minimnya perawatan medis. Ancaman hukumannya penjara seumur hidup.

PERBUDAKAN:

Penyidik menemukan sejak 1984 hingga 2008 Frittzl mengurung Elisabeth dalam ruang bawah tanah, melakukan kekerasan seksual terhadap putrinya itu, dan memperlakukan Elisabeth seolah-olah dia adalah properti pribadi Frittzl, yang situasinya mendekati perbudakan. Ancaman hukumannya 10-20 tahun penjara.

PEMERKOSAAN:

Selama periode 30 Agustus 1984 hingga 30 Juni 1989, Frittzl senantiasa memaksa Elisabeth melakukan hubungan seksual (Elisabeth mengaku 3.000 kali diperkosa oleh ayahnya). Ancaman hukuman untuk pemerkosaan 5-15 tahun penjara.

INSES:

Paralel dengan dakwaan pemerkosaan. Ancaman hukumannya lebih dari satu tahun.

PERAMPASAN KEMERDEKAAN:

Tiga dari anak yang dihasilkan Frittzl dan Elisabeth secara ilegal dikurung di lantai bawah rumah Frittzl tanpa sinar matahari atau udara segar. Bila terbukti bersalah, Frittzl terancam hukuman penjara 1-10 tahun.

TINDAK KEKERASAN:

Selama 28 Agustus 1984 hingga 26 April 2006, Frittzl berulang kali mengancam Elisabeth dan tiga anak mereka dengan gas serta ancaman menjebak lainnya sebagai peringatan kalau-kalau mereka berupaya kabur. Ancaman hukumannya enam bulan hingga lima tahun.AP | BBC | DRE



http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/03/18/Internasional/krn.20090318.159858.id.html
Share this article :

0 komentar: