SUMPAH PRESIDEN, Barack Obama mengucapkan sumpah sebagai presiden ke-44 Amerika Serikat di hadapan Ketua Mahkamah Agung John Roberts di Washington DC dini hari tadi.
WASHINGTON(SINDO) – Barack Obama kemarin mengukir sejarah sebagai presiden Amerika Serikat (AS) pertama dari kalangan kulit hitam,dalam sebuah inaugurasi emosional di hadapan dua juta massa di Washington DC.
Dalam penyerahan kekuasaan pertama sejak serangan 11 September 2001 itu Obama diambil sumpahnya oleh Ketua Mahkamah Agung John Roberts. Jutaan orang menjadi saksi seorang putra pria kulit hitam asal Kenya dan ibu kulit putih asal Kansas kini menjadi orang nomor satu di AS untuk menghadapi tantangan krisis ekonomi dan konflik luar negeri.
Pengambilan sumpah Obama itu diikuti dengan penampilan band Korps Marinir AS yang memainkan ”Hail to the Chief”dan 21 tambakan salvo.Obama kemudian memberikan pidato inaugurasi selama 20 menit. ”Hari ini saya katakan kepada Anda, tantangan yang kita hadapi itu nyata. Tantangan itu serius dan banyak. Tantangan itu tidak akan dihadapi dengan mudah atau dalam waktu cepat.
Tapi ketahuilah ini,Amerika,tantangan itu akan kita hadapi,” ujar Obama. ”Dengan harapan dan kebaikan, biarkan kita dengan berani, sekali lagi, menghadapi badai yang mungkin akan datang. Biarkan kita katakan kepada anak-anak bahwa kita menolak menghentikan perjalanan ini dan kita tidak akan bimbang.
Dengan mata memandang ke cakrawala dan Tuhan bersama kita,kita membawa pemberian terhebat,yakni kebebasan dan membawanya dengan selamat pada generasi masa depan,”seru Obama. Obama menjanjikan bahwa Amerika yang baru akan mendengarkan semua suara.Pada saat yang sama dia menegaskanakantetapmenjaga Amerika aman.
”Pada dunia Islam,kita mengharapkan jalan baru ke depan,berdasarkan kepentingan saling menguntungkan dan saling menghormati,”ujarnya. ”Kepada para pemimpin di penjuru dunia yang ingin melihat konflik atau menyalahkan sakitnya masyarakat merekadiBarat,ketahuilahbahwarakyat Anda akan menilai Anda pada apa yang dapat Anda bangun,bukan pada yang Anda hancurkan,”kata Obama.
”Kepada siapa saja yang mendapatkan kekuasaan melalui korupsi dan penipuan,serta penolakan secara diam-diam, ketahuilah bahwa Anda berada di sisi yang salah dalam sejarah, namun kami akan mengembangkan tangan jika Anda ingin membuka kepalan tangan Anda,”ujar Obama. Prosesi inaugurasi itu dimulai pagi kemarin.
Obama dan istrinya, Michelle, mengenakan pakaian warna kuning, meninggalkan gedung tamu kepresidenan Blair House untuk melakukan perjalanan pendek melintasi Lafayette Square, Washington, menuju Gereja Episcopal St John, yang dikenal sebagai ”Church of Presidents.” Presiden terpilih berusia 47 itu kemudian menuju Gedung Putih untuk minum kopi bersama Presiden George W Bush.
Obama dan Bush kemudian berjalan bersama menuju Capitol Hill untuk momentum penyerahan kekuasaan. Setelah itu sebuah helikopter Marinir warna hijau telah siap di US Capitol untuk membawa Bush kembali ke kediamannya di Texas. Di National Mall kerumunan manusia berdiri dan mengarahkan pandangan mereka ke panggung bertenda putih Gedung Capitol.
Di tempat itulah inaugurasi Obama dilakukan, di bawah Monumen Washington, tugu marmer putih yang menjulang tinggi. Di samping tugu itu tampak Lincoln Memorial,tempat Obama memberikan pidato inaugurasi yang didedikasikan kepada Presiden Lincoln yang berhasil mengakhiri perbudakan di AS.
Pidato Obama didominasi seruan bagi seluruh warga AS untuk melakukan pelayanan publik. Kerumunan jutaan orang yang menyemut di jalanan National Mall itu tidak memedulikan cuaca dingin yang membekukan tubuh.Mereka telah berada di udara terbuka selama lebih dari lima jam,bahkan ada juga yang menginap di sekitar lokasi,demi menyaksikan pelantikan Obama.
”Ada lebih dari 318.422 orang yang berjejalan di kereta bawah tanah sejak kemarin pagi untuk menuju ke tempat inaugurasi.Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan hari kerja normal,”ujar seorang pegawai transportasi. Iring-iringan marching band, veteran militer, serikat buruh, dan pelajar sekolah, juga bergabung dalam parade dari Pennsylvania Avenue menuju Gedung Putih.
Ada yang memperkirakan jumlah kerumunan manusia itu mencapai dua juta orang,perkumpulan manusia terbesar sepanjang sejarah di Washington. Jutaan orang lainnya menyaksikan di penjuru AS dan dunia, melalui layar-layar video atau bioskop raksasa di tempat publik.
Wapres yang baru saja melepas jabatannya kemarin, Dick Cheney, hadir dalam inaugurasi Obama dengan kursi roda karena masalah kesehatan. Acara inaugurasi itu baru akan berakhir setelah 10 acara pesta resmi sebelum Obama dapat beristirahat bersama dua putrinya,Malia dan Sasha, yang kini menjadi keluarga pertama AS termuda sejak John F Kennedy pada awal 1960-an.
Setelah acara inaugurasi, Obama dan wakil presiden (wapres) AS Joseph Biden,66,makan siang bersama para anggota Kongres,Mahkamah Agung (MA),dan kabinet baru. Juru Bicara (Jubir) Gedung Putih Robert Gibbs menegaskan bahwa Obama akan menyatukan bangsa AS yang kini menghadapi lautan masalah yang diwariskan oleh Bush. ”Anda akan mendengar tentang era baru tanggung jawab.
Tanggung jawab dalam setiap langkah yang diambil pemerintah dan tanggung jawab berbagai institusi keuangan kita,yang sebagian diabaikan sehingga krisis ekonomi kita hadapi hari ini,”tuturnya. Paus Benedictus XVI mengirimkan sebuah pesan untuk meminta presiden ke-44 AS itu menganjurkan rasa saling menghargai, kerja sama dan perdamaian di antara semuanegara.”
Saya berdoaagar Anda akan dikuatkan dalam tekad untuk mempromosikan rasa saling menghargai,kerja sama, dan perdamaian di antara berbagai negara. ”Saya harapkan yang terbaik, bersama dengan doa saya agar Tuhan Yang Mahakuasa akan memberikan Anda kebijaksanaan dan kekuatan yang tak pernah habis dalam pelaksanaan tanggung jawab tertinggi Anda,” ujar pesan dan doa Paus.
Jajak pendapat BBC di 17 negara menunjukkan bahwa dua pertiga responden yakin Obama akan memajukan hubungan internasional antara AS dan seluruh negara di dunia. Namun di tengah harapan tinggi di dalam negeri dan luar negeri, tim Obama meminta semua pihak bersabar dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari Gaza hingga Guantanamo.
Pada Senin (19/1),Obama memberikan penghormatan untuk Martin Luther King pada hari libur peringatan kelahiran simbol perjuangan hak asasi sipil tersebut.”Kita akan bersama sebagai satu rakyat di tempat yang sama di mana mimpi Dr King tetap menggema,” ujar Obama saat itu.
”Seperti yang kita lakukan, kita mengakui bahwa di sini di Amerika,takdir-takdir kita telah terkait tanpa bisa ditolak. Kita memutuskan bahwa saat kita berjalan,kita harus berjalan bersama.Dan saat kita maju dalam kerja memperbarui janji bangsa ini, mari ingat pelajaran King, itu mimpi-mimpi kita yang sebenarnya satu,” kata Presiden AS yang pernah empat tahun menghabiskan masa kecil di Jakarta.
Perdana Menteri (PM) Inggris Gordon Brown menuliskan ucapan selamat kepada Obama. Dalam pesan itu Brown berjanji akan bekerja sama dalam berbagai masalah penting, termasuk krisis keuangan global dan proses perdamaian Timur Tengah. Ratu Elizabeth II juga menuliskan pesan pribadi berisi dukungan untuk Obama.
Brown tampaknya akan menjadi pemimpin asing pertama yang menjamu Obama saat Presiden AS itu mengunjungi London pada April mendatang untuk hadir dalam pertemuan tingkat tinggi Grup 20 (G-20) yang beranggotakan negara maju. Sementara di Kenya, sapi dan kambing telah dipotong untuk pesta besar.
Bir-bir pun telah dibuka. Layar bioskop dan proyektor dipasang untuk menyaksikan acara pelantikan Obama secara langsung. ”Pemilu kita di Kenya benar-benar bermasalah dengan masalah etnis.Amerika telah menunjukkan bahwa hal itu bukan masalah besar. Demokrasi dapat berfungsi dengan baik,”ujar Dr Joseph Osoo yang ikut dalam acara pesta besar menyambut pelantikan Obama dari Kenya.
Ibu Negara Rumahan
Istri Obama,Michelle,mengaku tidak ingin berperan langsung dalam pemerintahan suaminya.”Pekerjaan utama saya,sejujurnya,akan melanjutkan sebagai ibu rumah tangga,” ungkapnya. Dia tetap akan merawat kedua putrinya, Malia,10; dan Sasha,7. Michelle juga mengaku akan berharap akan fokus untuk membantu para wanita karier dan berusaha mendukung bantuan bagi keluarga militer.
Sebenarnya Michelle memiliki sikap hidup berbeda dengan suaminya,Obama.Dia menginginkan suaminya guru, penulis,penyanyi, penari, bukannya menjadi seorang politikus. Michelle, 44, yang meninggalkan pekerjaannya dan memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga yang baik untuk merawat putrinya.
Padahal, dia adalah seorang pengacara lulusan Havard, sama seperti suaminya. Dalam kehidupannya, Michelle mengaku pasangan suami istri itu tidak jauh dari pembayaran biaya sekolah anak-anak,dan bekerja untuk membayar tagihan-tagihan yang membelenggu kehidupan rumah tangga di AS.
Michelle yang lahir di sebelah selatan Chicago yang merupakan kota pekerja,ibunya juga merupakan sekretaris dan kemudian setelah memiliki putri menjadi ibu rumah tangga.Dia juga selalu menyarankan untuk Obama, agar dalam setiap gaya kampanyenya down-to-earth(membumi) bagi semua pendukung.
Dalam pada pidato kemenangan Obama memuji sang istri.”Saya tidak akan berdiri di sini malam ini tanpa dukungan tanpa henti dari sahabat terbaik yang telah menemani saya selama 16 tahun.... Batu karang bagi keluarga kami, istritercinta,firstladybangsa Amerika berikutnya, Michelle Obama,”seru Obama.
Di lain pihak,salah satu pidato Michelle yang diketahui khalayak ramai adalah ketika dia berbicara mengenai keluarganya di konvensi nasional Partai Demokrat. Michelle menceritakan gamblang kehidupan mereka berdua. Dia juga mengatakan suaminya merepresentasikan nilai-nilai orang Amerika.
”Apa yang membuat saya kaget ketika pertama kali bertemu Barak adalah dia memiliki nama keluarga yang unik.Meskipun dia tumbuh dan besar di Hawaii, tetap nama keluarganya sama sepertinya,” katanya. ”Obama dibesarkan oleh kakek dan neneknya yang pekerja keras seperti ayah saya.
Ibu tunggalnya harus berusaha membayar biaya kuliah sama seperti saya,”imbuhnya. Michelle juga menyebut Obama sebagai orang lucu,selalu mengoreksi diri,dan santai. Obama dikenal Michelle sebagai orang sangat membumi, padahal datang dari latar belakang yang sangat eksotis. ”Obama juga menonjol karena gayanya sangat tenang,” lanjut Michelle pada CNN.
Bagi Michelle, salah satu hal yang membanggakan dari Obama adalah kemauannya bekerja untuk masyarakat dan untuk para ibu yang berlaku sebagai orangtua tunggal serta kakek nenek yang membesarkan cucu-cucunya.
Michelle yang menyebut sikap suaminya tidak pernah berubah sejak bertahun-tahun lalu itu mengungkapkan sebuah rahasia: suaminya kerap mengenakan baju dan celana yang sama dengan baju dan celana yang dikenakan saat mereka menikah dulu.
Momen Puncak Biden
Selain Michelle, orang penting lain di sisi Obama adalah Wakil Presiden AS Joe Biden,66.Dia dianggap lebih dari sekadar pendamping Obama dalam menjalankan pemerintahan selama empat tahun ke depan.
Biden merupakan salah satu senator AS yang piawai dalam menyusun strategi kebijakan luar negeri Washington. Kemarin pagi waktu setempat Biden terlihat mengangkat tangan kanan sembari mengucapkan sumpah jabatan sebagai wakil presiden AS ke-47.
Dia akan segera menjadi orang kedua AS dan siap bahu membahu dengan Obama untuk mewujudkan perubahan yang dikampanyekan selama pemilu presiden beberapa bulan lalu. Biden diharapkan menjadi duet tepat bagi Obama untuk menyelesaikan sejumlah permasalahan yang diwariskan pemerintahan sebelumnya.
Dengan keahlian berbicara politik luar negeri, sumbangan ide Biden tentu sangat dinanti Obama untuk mengatasi permasalahan di Afghanistan, Irak,Iran,dan Palestina. Dalam pemilu AS beberapa waktu lalu, nama Biden kurang menjadi sorotan publik. Meski demikian, Biden akan tetap menjadi orang kedua berpengaruh dalam pemerintahan Obama.
Kekuasaan sebagai wakil presiden merupakan sebuah klimaks dalam pemerintahan di AS ketika Biden menggantikan Dick Cheney. Dalam pemerintahan sebelumnya Cheney mendapatkan kekuasaan besar di bawah Presiden Bush. Cheney dianggap sebagai salah seorang yang menyuarakan perang dan teknik penyiksaan dalam proses interogasi terhadap tersangka teroris di penjara Angkatan Laut AS di Teluk Guantanamo, Kuba.
Cheney selalu menegaskan kebijakan itu berguna untuk menjaga keselamatan dan keamanan negara. Biden mengecam keras kebijakan kontroversial Pemerintah ASsaatitu.Bidenmenuduh Cheney melakukan tindakan lebih berbahaya dibandingkan pejabat terpilih pada saat itu yang melakukan tindakan melanggar konstitusi.
Itu tentunya akan menjadi bagian sejarah AS yang tak mungkin terlupakan.Namun Biden hanya berupaya mampu menjalankan peranya secara aktif dan tepat. Peran terpenting itu bagi Wakil Presiden adalah mampu mengambil alih pemerintahan kalau Obama berhalangan. ”Ini merupakan sebuah bentuk kerja sama,” ungkap Biden, Senin (19/1) lalu, ketika tampil dalam acara televisi The Oprah Winfrey Show.
”Dia merupakan presiden AS,tetapi ketika dia (Obama) meminta saya, maka saya jawab,‘ Barack,jangan minta saya, kecuali alasan bahwa Anda memang meminta penilaian saya. Saya akan menjadi orang terakhir setiap Anda membuat kebijakan penting. Anda presiden saya.
Segala keputusan yang Anda buat akan saya dukung,” ungkap Biden menceritakan percakapannya dengan Obama. Biden telah dua kali maju dalam pemilu presidensial pada 1988 dan 2008.Dia telah menjadi Senat Delaware selama 36 tahun. Dia dikenal sering berkunjung ke luar negeri untuk urusan diplomasi.
Bahkan Jill Biden menilai suaminya itu mampu menjalankan tugas menteri luar negeri. Lahir di kalangan masyarakat kelas pekerja di Scranton, Biden sering menyuarakan perlakuan sama untuk para pekerja.Hal ini dia lakukan lagi ketika menghadiri perayaan inaugurasi di Lincoln Memorial pada Minggu (18/1).
Dia menyatakan rakyat berhak mendapat kerjaan, kesamaan martabat, dan menunjukkan rasa terima kasih kepada generasi sebelumnya. (AFP/Rtr/BBC/CNN/syar ifudin/andika hendra m/m ismail/maya sofia/)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/206601/38/
Home »
berita
» SUMPAH PRESIDEN, Barack Obama mengucapkan sumpah sebagai presiden ke-44 Amerika Serikat di hadapan Ketua Mahkamah Agung John Roberts di Washington DC
SUMPAH PRESIDEN, Barack Obama mengucapkan sumpah sebagai presiden ke-44 Amerika Serikat di hadapan Ketua Mahkamah Agung John Roberts di Washington DC
Written By gusdurian on Rabu, 21 Januari 2009 | 11.31
Related Games
If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar