Israel Tidak Mundur dari Gaza
Arab Saudi menjanjikan bantuan US$ 1 miliar.
YERUSALEM – Militer Israel kemarin menegaskan tidak akan menarik seluruh tentaranya dari Jalur Gaza. Padahal negara Zionis itu sudah mengumumkan gencatan senjata sepihak sejak Ahad lalu.
“Untuk saat ini tak seorang pun berbicara soal penarikan seluruh pasukan,” kata juru bicara militer Israel, Avital Liebovich, menjawab pertanyaan soal rencana mundurnya serdadu mereka menjelang pelantikan presiden terpilih Amerika Serikat, Barack Hussein Obama.
Seorang pejabat senior Kementerian Pertahanan Israel menyatakan rencana penarikan total tergantung kondisi di lapangan. “Kami terus mengurangi jumlah pasukan di Jalur Gaza, namun kami tetap menyiagakan unit-unit kami di luar wilayah sehingga dapat bertindak cepat terhadap segala situasi,” ujar pejabat yang tidak mau disebutkan namanya itu.
Israel sempat dikejutkan oleh laporan yang menyebutkan Hamas menembakkan dua mortir ke wilayah mereka. Namun, ternyata itu kesalahan alarm. “Sistem peringatan mati, namun tidak ada tembakan mortir dari Gaza,” kata seorang juru bicara militer yang menolak disebutkan namanya.
Setelah melancarkan agresi militer sejak 27 Desember lalu, Perdana Menteri Israel Ehud Olmert mengumumkan gencatan senjata yang bisa batal kapan pun jika Hamas kembali melancarkan serangan roket ke wilayah selatan negaranya. Dalam 22 hari serangan, lebih dari 1.300 korban tewas, yang setengahnya anak-anak dan wanita, serta 5.300 lainnya cedera. Militer Israel mengklaim tiga warganya dan sepuluh serdadunya terbunuh.
Gencatan sepihak juga diumumkan Hamas dan hanya berlaku sepekan. Wakil Kepala Biro Politik Hamas di Ibu Kota Damaskus, Suriah, Musa Abu Marzuq, memperingatkan bahwa pejuang Hamas akan menyerang kembali jika Israel tidak menarik seluruh pasukannya.
Situasi di Gaza tenang pada hari ketiga gencatan kemarin. Para warga mulai kembali ke rumah mereka yang masih dapat ditinggali. Sebagian yang lain mencari keluarga mereka yang mungkin tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.
Akibat gempuran hebat mesin-mesin perang Israel, Biro Statistik Pusat Palestina mengungkapkan 4.100 rumah hancur dan 17 ribu lainnya rusak. Agresi negara Yahudi itu juga merusakkan 1.500 pabrik dan bengkel, 20 masjid, 31 instalasi keamanan, serta 10 pipa air. Lembaga ini memperkirakan total ongkos perbaikan seluruhnya sekitar US$ 1,9 miliar.
Dari pertemuan para pemimpin Arab di Kuwait, Raja Abdullah dari Arab Saudi berjanji membantu US$ 1 miliar untuk membangun kembali Gaza. Ia juga menyerukan persatuan di antara negara-negara kawasan. AFP/BBC/LA Times/VOA/Faisal Assegaf
http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/01/21/Internasional/krn.20090121.154420.id.html
Israel Tidak Mundur dari Gaza
Written By gusdurian on Rabu, 21 Januari 2009 | 11.29
Related Games
If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar