U NIVERSITAS Indonesia (UI) sudah rutin melaksanakan seleksi mahasiswa baru. Tetapi proses seleksi itu terbatas untuk calon mahasiswa program pendidikan tertentu. Seleksi yang dilakukan pihak UI sendiri hanya ditujukan untuk program diploma atau vokasi dan pascasarjana.
"Termasuk pula seleksi untuk program profesi, spesialis, ekstensi, dan kelas khusus internasional," kata Ketua Panitia Tetap Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Indonesia Dr Emil Budianto saat ditemui di Kampus UI, Depok, beberapa hari lalu.
Namun untuk menjaring mahasiswa strata satu (S-1) reguler, pihak UI tidak melaksanakan sendiri. Proses penyaringannya diserahkan melalui seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB). SPMB dilaksanakan oleh Per himpunan SPMB Nusantara yang merupakan wadah beberapa perguruan tinggi negeri (PTN).
SPMB dipercaya beberapa PTN untuk menjaring mahasiswa baru melalui seleksi. UI merupakan salah satu PTN yang memercayakan SPMB untuk menyeleksi mahasiswanya. Setiap tahunnya, dari hasil SPMB, pihak UI menerima sekitar 4.000 calon mahasiswa baru yang telah lolos seleksi.
"Namun, pada 2008, muncul permasalahan," kata Emil. Permasalahan itu terkait penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Pasalnya, 56 PTN yang tergabung dalam SPMB memiliki status yang berbeda. Beberapa PTN telah berstatus badan hukum milik negara (BHMN), sedangkan lainnya belum berstatus BHMN.
PTN yang berstatus BHMN telah memiliki otonomi dalam pengelolaan keuangan.
Sebaliknya PTN yang belum BHMN, penghasilan negara bukan pajaknya (PNBP) harus disetorkan ke negara. Setelah disetorkan ke negara, PTN baru bisa menggunakannya.
Dengan perbedaan status itu, muncul perbedaan pendapat di antara anggota Perhimpunan SPMB Nusantara. "Keputusannya, sebagian besar PTN non-BHMN keluar dari SPMB," kata Edi. Beberapa PTN berstatus BHMN itu membentuk wadah yang dinamai seleksi nasional masuk (SNM)-PTN. Pihak UI memilih bergabung dengan SNMPTN.
Perubahan tersebut ternyata berpengaruh pada seleksi masuk mahasiswa baru. Banyak PTN belum bisa memprediksi apakah pelaksanaan SNM-PTN berjalan baik atau tidak. Padahal, selama ini, 90% calon mahasiswa UI dari program sarjana reguler dari SPMB.
Akhirnya pada 2008, bekerja sama dengan SPMB, UI memutuskan seleksi mahasiswa baru sendiri. Ternyata, kata Edi, tiga PTN lainnya di Jakarta tertarik untuk bergabung. Tak hanya itu, Universitas Sumatra Utara dan Universitas Hasanuddin memohon untuk bergabung.
Tetapi apa yang terjadi, karena persiapannya sangat mendadak, terdapat beberapa kekurangan. Jumlah peserta seleksi yang mendaftar membludak. Bahkan formulir pendaftaran mengalami kehabisan.
Memetik pelajaran dari pengalaman itu, pihak UI pun membentuk Seleksi Masuk Universitas Indonesia yang disingkat Simak UI. "Dengan begitu, kami akan menjaring mahasiswa baru sebagian besar kuotanya dari Simak UI," kata Edi. Rasionya dari Simak UI sebanyak 56%. Sedangkan 44% dijaring dari hasil ujian masuk bersama (UMB), SNMPTN, dan lain-lain.
Apa kelebihannya Apakah Simak UI yang mulai dilaksanakan 2009 memiliki perbedaan? Edi memaparkan bahwa banyak keuntungan dengan Simak UI. Pada SPMB atau sistem seleksi lainnya, para calon mahasiswa harus melakukan beberapa tes.
Jika ingin memiliki program sarjana reguler, mereka harus melakukan tes melalui SPMB. Ternyata jika orang yang sama juga tertarik memilih program diploma atau vokasi, tentunya harus seleksi tes lagi. Begitu pula apabila memilih program sarjana kelas paralel.
Dengan begitu, biaya seleksi yang harus dibayar calon mahasiswa menjadi besar. "Misalnya untuk program sarjana kelas paralel, pembayarannya Rp300 ribu, IPC Rp350 ribu, dan vokasi juga demikian, Rp300 ribu-Rp350 ribu. Kalau dua pilihan saja, sudah Rp600 ribu," jelas Edi.
Tetapi melalui Simak UI, biaya pendaftaran bisa ditekan. Calon mahasiswa dari manapun yang memilih lebih dari satu program tetapi bayarannya satu. Misalnya, calon mahasiswa itu memiliki program sarjana reguler, sarjana paralel, dan juga vokasi di Universitas Indonesia. Kendati mengajukan tiga pilihan, biaya yang dibayarkan hanya Rp500 ribu.
"Pembayarannya tidak akumulatif. Dengan demikian, semakin banyak calon mahasiswa memilih program berarti biaya yang dikeluarkan secara hitungan lebih murah," paparnya.
Dari segi biaya, jelas Simak UI lebih hemat. Ternyata dari segi waktu dan tenaga sangat menguntungkan. Sebelumnya, calon mahasiswa yang berasal misalnya dari luar Jakarta atau Jawa yang memilih program vokasi wajib datang ke kampus UI di Depok, Jawa Barat. Tetapi dengan Simak UI tidak lagi. Pasalnya pendaftarannya dilakukan melalui sistem online internet dengan alamat http://penerimaan.ui.ac.id.
Dengan pendaftaran online, para peserta bisa langsung mendaftarkan diri melalui internet. Pengisian formulir online-nya sudah dibuka 19 Januari-22 Februari 2009.
Uang pendaftarannya bisa ditransfer melalui bank BNI, Mandiri, Bukopin, Permata, dan CIMB Niaga atau ATM setempat. Periode pembayaran pendaftaran calon mahasiswa dibuka dari 19 Januari hingga 21 Februari 2009.
Selanjutnya, mereka juga bisa langsung mencetak sen diri kartu peserta ujian mereka. "Percetakan kartu peserta ujian sendiri sudah bisa dilaksanakan pada 2-22 Februari 2009," tuturnya.
Bagaimana dengan calon mahasiswa yang tak memiliki akses internet?
Bagaimana pula bila mereka menemui kesulitan pendaftaran secara online? "Tidak perlu khawatir karena terdapat 33 panitia lokal yang tersebar dari Banda Aceh hingga Timika. Calon mahasiswa bisa bertanya bila menghadapi kendala," ujar Edi.
Pelaksanaan Simak UI dilakukan tersebar di 33 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Edi mengatakan sebenarnya Simak UI ditujukan bagi calon mahasiswa untuk program pascasarjana. Dalam pelaksanaan tes untuk semua program pendidikan, Simak UI dilakukan serentak pada Minggu, 1 Maret 2009.
"Tes dilakukan pada jam sama. Jadi, kalau tes di Indonesia bagian barat pukul 08.00 WIB berarti di Indonesia bagian tengah tes dilaksanakan pukul 09.00 Wita," jelasnya.
Pola seleksi ala Simak UI juga memiliki keuntungan lain. Model yang diterapkan UI tersebut dapat pula menghindari seseorang berkuliah di beberapa tempat. Dengan sistem UMB, calon mahasiswa bisa diterima di lebih dari satu program pendidikan. Tetapi melalui Simak UI, calon hanya dinyatakan lulus satu program. Program yang dinyatakan lulus dipertimbangkan dari prioritas pilihan calon mahasiswa berdasarkan nilai yang diraih saat tes.
Calon mahasiswa tak perlu mengeluarkan biaya dan tenaga untuk mengetahui hasil tesnya. Pasalnya, hasil tes yang diumumkan pada 4 April 2009 juga dipublikasikan secara online. Selanjutnya setelah dinyatakan lolos seleksi dan membawa syarat kelengkapan administrasi, baru calon mahasiswa langsung mendaftarkan diri ke kampus UI di Depok.
Banyak orang mengatakan biaya kuliah di UI mahal. Tak mungkin bagi anak dari keluarga tak mampu bisa berkuliah di kampus kuning tersebut. Ternyata anggapan itu salah besar. "Pihak UI justru telah menyediakan dana sebesar Rp36 miliar untuk beasiswa," jelas Edi.
Pihak UI meluncurkan program beasiswa yang dinamai Seribu Anak Bangsa. Program beasiswa itu bisa diajukan calon mahasiswa kepada Direktur Kemahasiswaan UI sebelum mereka diterima secara resmi di UI. Untuk lebih lengkap mengetahui program beasiswa, bisa kunjungi www. ui.ac.id.
"Beasiswa Seribu Anak Bangsa menyediakan pembebasan uang pangkal dan pembebanan biaya operasional pendidikan minimal sebesar Rp100 ribu per semester pada tahun pertama bagi mahasiswa UI," kata Edi. Ia juga menambahkan bukan hanya beasiswa Seribu Anak Bangsa yang ditawarkan. Banyak beasiswa lainnya yang disediakan bagi mahasiswa UI.
Tak hanya itu, UI juga memberi kemudahan akomodasi bagi mahasiswa yang berasal dari daerah dan tak mampu. Untuk itu, UI menyediakan fasilitas asrama bagi mahasiswa baru. Namun karena keterbatasan daya tampung, mahasiswa yang berminat masuk asrama harus diseleksi lebih dahulu. "Setelah diterima, mahasiswa hanya dikenai biaya bulanan Rp175 ribu per bulan," paparnya. (S-25)
http://anax1a.pressmart.net/mediaindonesia/MI/MI/2009/01/19/ArticleHtmls/19_01_2009_007_002.shtml?Mode=1
SIMAK-UI - Permudah Calon Mahasiswa Ikut Seleksi
Written By gusdurian on Senin, 19 Januari 2009 | 11.31
Related Games
If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar