BERITA DARI ANDA UNTUK MEDIA KLATEN

Home » » Siapa Bilang Hotel Prodeo Gratis?

Siapa Bilang Hotel Prodeo Gratis?

Written By gusdurian on Rabu, 21 Januari 2009 | 12.00

Siapa Bilang Hotel Prodeo Gratis?
SUASANA kamar-kamar itu menjadi cerah ceria dengan dinding bercat kuning cemerlang tak bernoda. Dua belas kamar masing-masing berukuran sekitar 3 x 2,5 ditata memanjang saling berhadapan. Jeruji besi di pintu ditutupi poster atau gorden. Tiap ruangan rata-rata berisi dua orang.

Oh, ya, masing-masing dilengkapi kamar mandi berukuran 1 x 2,5 meter. Dindingnya berwarna kuning juga. Peralatan mandi lengkap masih kinclong tersedia di sana. Ubinnya putih. Di salah satu sel yang disambangi Tempo pekan lalu, komplet berisi macam-macam peralatan selayaknya di rumah. Telepon seluler, pemasak air, dispenser, televisi, pemutar cakram padat, pemasak nasi elektrik, dan alat tidur ada di sana. Begitulah sekelumit pemandangan sel-sel di Blok O Rumah Tahanan Salemba di Jakarta Pusat.

Bukan cuma di alam bebas, di tahanan pun ada kesenjangan. Tengoklah Blok M dan N, misalnya. Tiap blok berukuran dua kali lapangan bola voli diisi lebih dari 192 tahanan atau narapidana. Tiada sekat atau sel. Mereka tidur berimpitan tanpa jarak.

Adapun Blok Q strukturnya mirip Blok O, tapi kondisinya lebih buruk. Dinding tak bercat sehingga terlihat kumuh. Kamar rata-rata berisi empat orang. Bahkan ada tahanan yang tidur di gang di antara sel-sel yang berhadapan.

Menurut seorang bekas narapidana, di penjara bisa mendapatkan fasilitas luks. Bahkan narkotik dan prostitusi tersedia. "Kalau ada duit mah bisa hidup makmur," ucapnya. Untuk mendapatkan makan dan kamar yang biasa saja, dikutip Rp 300 ribu per minggu.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Departemen Kehakiman dan HAM Untung Sugiono menyatakan, "Penjara representasi masyarakat. Apa yang ada di masyarakat, ada di dalam penjara." Soal pungutan, kata dia, bisa saja untuk memesan lauk yang lebih baik. Dana jatah makan tiap narapidana hanya Rp 10.500 per orang untuk tiga kali makan tiap harinya. "Bayangkan saja," ujarnya. Tapi, ia mengakui berbagai barang terlarang bisa masuk karena penjagaan kurang. Perbandingan penjaga dan tahanan 1 banding 48, padahal idealnya 1 banding 25. tito sianipar



http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/01/21/Metro/krn.20090121.154427.id.html
Share this article :

0 komentar: