BERITA DARI ANDA UNTUK MEDIA KLATEN

Home » » Penurunan BBM Bukan Kampanye

Penurunan BBM Bukan Kampanye

Written By gusdurian on Senin, 19 Januari 2009 | 12.04

JAKARTA (SINDO) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membantah tudingan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) sebagai bahan kampanyenya.


Menurut Presiden kebijakan tersebut hanya respons terhadap penurunan harga pasar minyak di tingkat dunia. ”Kebijakan itu dikeluarkan bukan karena mau pemilihan presiden, mau pemilu legislatif, walaupun pasti ada yang mengaitkan ke situ.Bisa saja orang berbicara seperti itu, semua jadi politik,” kata Presiden SBY dalam sambutannya pada HUT Ke-52 Legiun Veteran RI di Istana Negara,Jakarta.

Presiden mengakui keputusan tersebut bisa mengundang kritik dari masyarakat. Apalagi situasi saat ini merupakan tahun politik. ”Kita tidak berbuat, ada komentar. Berbuat juga ada komentar.Tapi tidak apa-apa, harus kita hadapi,karena memang saat ini sedang mengemban amanat,”katanya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah pada Senin (12/1) lalu mengumumkan kembali turunnya harga BBM untuk jenis premium dan solar. Harga premium dan solar mulai Kamis (15/1) besok akan berubah menjadi Rp4.500 per liter.Kebijakan itu mengundang kritik dari kalangan partai politik.Politisi PAN Dradjad H Wibowo menilai keputusan tersebut sangat kental nilai politisnya.

Di lain pihak, Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Politik Anas Urbaningrum mengakutakmemerlukanpujian, bahkan ”parade pujian”, terkait keputusan tersebut. Menurut dia, kebijakan penurunan BBM merupakan wewenang pemerintah.Posisi partai Demokrat hanya mendukung setiap kebijakan pemerintah.

”Partai Demokrat tidak memerlukan 'parade pujian' setelah munculnya keputusan untuk menurunkan harga BBM,” kata Anassaatkonferensipersdi Hotel Nikko,Jakarta,kemarin. Hadir dalam kesempatan tersebut,Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo, Sekjen Marzuki Alie,Ketua DPP Darwin Zahedy Saleh,Ketua Fraksi Partai Demokrat Syarief Hasan,dan Ketua Bappilu Yahya Sacawirya.

Dalam kesempatan itu Anas juga tak keberatan jika partai-partai pendukung pemerintah yang lain menggunakan isu penurunan harga BBM ini sebagai isu untuk berkampanye di Pemilu 2009 ini. (rarasati syarief/ ahmad baidowi)


http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/204515/
Share this article :

0 komentar: