BERITA DARI ANDA UNTUK MEDIA KLATEN

Home » » Diplomasi Bisu Obama Atas Gaza

Diplomasi Bisu Obama Atas Gaza

Written By gusdurian on Selasa, 20 Januari 2009 | 12.52

Diplomasi Bisu Obama Atas Gaza
"Hanya ada satu presiden saat ini."
WASHINGTON -- Di tengah konflik Israel dan Palestina yang kian meruncing, presiden terpilih Amerika Serikat, Barack Hussein Obama Junior, justru memilih mengunci rapat-rapat mulutnya. Kalaupun ditanya, Obama hanya menjawab, "Hanya ada satu presiden saat ini di Amerika Serikat." Itulah mantra mujarab presiden Afrika-Amerika pertama dalam sejarah Amerika Serikat tersebut.

"Presiden (George) Bush adalah presiden kami hingga 20 Januari, dan beliaulah yang bertanggung jawab atas urusan diplomasi negara kami di dunia," jawab seorang anggota tim pemerintahan transisi Obama yang menolak menyebut namanya kepada Reuters. "Di masa transisi ini, kami tak mau terlibat dalam aksi apa pun yang bisa membingungkan dunia."

Presiden Obama, yang akan dilantik pada 20 Januari 2009, belum berkomentar sedikit pun seputar serangan membabi buta Israel ke Gaza lebih dari sepekan tersebut. Padahal serangan Negeri Yahudi itu telah menewaskan lebih dari 500 jiwa warga Palestina. Lagi pula sewaktu serangan teroris ke Mumbai, baik Bush maupun Obama sama-sama mengutuk serangan itu.

Bekas duta besar Amerika Serikat untuk Israel, Edward Walker Junior, punya alasan mengapa Obama memilih membisu dalam konflik Israel-Palestina ini. Menurut Walker, Obama tak ingin menodai permulaan masa pemerintahannya dengan komentar-komentar yang kelak bakal menjadi bumerang.

"Andai saya Obama, saya juga tidak akan berkomentar," tutur Walker. Sebab, "Mendukung Israel berarti mengecewakan dunia Arab. Sebaliknya, mendukung Palestina bakal menyakiti warga Israel-Amerika yang memilihnya dalam pencoblosan," tuturnya. Hanya, Presiden Organisasi Zionis Amerika Serikat Morton Klein punya pendapat lain.

"Dia berlaku seolah-olah seperti seorang presiden manakala mengomentari serangan Mumbai," tutur Klein. "Apakah dia bilang 'hanya ada satu presiden' ketika berbicara tentang paket stimulus ekonomi?" Bukan cuma mereka yang pro-Isreal seperti Klein saja yang geram dengan membisunya Obama atas konflik Israel-Palestina.

Warga Amerika Serikat keturunan Arab sebagaimana dilansir harian New York Times juga jengkel. "Ini pertanda bahwa tak ada perubahan terhadap kebijakan Amerika Serikat yang pro-Israel," tutur sejumlah pengunjuk rasa yang berdemo di depan kantor konsulat Israel di New York, Amerika Serikat.

Padahal, dalam kampanyenya, Obama menjanjikan sejumlah pendekatan baru yang positif kepada warga muslim dunia. Memberikan pelajaran bahasa Inggris ke negara-negara Islam salah satunya. Dia juga berjanji menyebarkan nilai-nilai Amerika Serikat sejati dan berpidato di sebuah negara Islam dalam 100 hari pertama masa pemerintahannya.

Dengan tiadanya komentar terbaru Obama atas serangan Israel ke Gaza, tak sedikit yang teringat akan komentar bekas senator Ilinois itu ketika berkunjung ke Sderot, kota di Israel, pada Juli tahun lalu. Sebagaimana dikutip banyak media massa, ketika itu Obama, dalam kampanyenya, secara implisit membenarkan tindakan Israel untuk memakai kekuatan militer.

"Andai saja seseorang melayangkan roket-roket ke rumah saya di mana kedua putri saya terlelap di malam hari, maka saya akan memakai segala kekuatan yang saya miliki untuk menyetopnya," kata Obama. Kutipan itulah yang dipakai Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak guna membenarkan agresi militer Israel terhadap Gaza saat jumpa pers, 29 Desember lalu.

"Saat berkampanye, Anda bisa saja dengan mudah mengatur apa yang Anda hendak katakan dan kapan Anda mesti mengatakannya," tutur dosen politik Towson University, Martha Joynt Kumar. "Tapi begitu Anda mulai memerintah, semestinya Anda memberikan respons terhadap segala sesuatu yang terjadi di dunia." RTR | BBC | NYTIMES | ANDREE PRIYANTO



http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/01/07/Internasional/krn.20090107.152963.id.html
Share this article :

0 komentar: