BERITA DARI ANDA UNTUK MEDIA KLATEN

Home » » Sepatu Olahraga Modern Berbohong

Sepatu Olahraga Modern Berbohong

Written By gusdurian on Jumat, 13 Maret 2009 | 14.12

Sepatu Olahraga Modern Berbohong
SYDNEY - Tim peneliti di Australia mengumumkan kebohongan dari klaim sepatu olahraga (lari) berteknologi tinggi yang disebut-sebut bisa memperbaiki performa seorang atlet ataupun menekan kemungkinan cedera. Tim peneliti itu menyatakan tidak menemukan satu bukti ilmiah pun yang mendukung klaim itu.

Fisiolog di Newcastle University, Craig Richards, sebagai ketua tim, menyatakan bahwa mitos sepatu lari modern telah merasuk ke dalam industri yang luas sejak 1970-an. "Banyak yang jatuh hati pada sepatu-sepatu itu," kata Richards.

Richards mengaku banyak pula yang tidak percaya terhadap hasil studinya itu bahwa tidak ada bukti ilmiah yang mendukung manfaat positif dari sepatu-sepatu itu. Richards dan timnya menyelisik seluruh literatur kesehatan dan kedokteran di bidang olahraga yang bisa ditemuinya sejak 1950.

Mereka mencari dengan hati-hati apakah ada percobaan terkendali yang memang mengukur apakah sepatu berlari modern berteknologi tinggi mengurangi peluang cedera, memperbaiki performa, dan menekan risiko osteoarthritis si atlet di masa tuanya. "Tapi, pada dasarnya kami tidak menemukan apa-apa," kata Richards.

Sepatu-sepatu, Richards menyebutkan, memang ada yang menjadi subyek pengujian biomekanis yang ekstensif. Sepatu-sepatu juga sering disebutkan memiliki fitur khusus di bagian tumit yang bisa menyerap dampak entakan dengan lantai atau jalan, melindungi tendon Achilles, dan membantu kontrol gerak kaki.

Namun, Richard mengatakan, studinya--yang dimuat dalam British Journal of Sports Medicine edisi terbaru--menunjukkan tidak pernah ada uji dalam lingkungan yang sebenarnya. "Kalau begitu, Anda tentu tidak bisa menyimpulkan apakah sepasang sepatu bisa mengubah peluang cedera, misalnya," katanya. AFP



http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/03/13/Ilmu_dan_Teknologi/krn.20090313.159350.id.html
Share this article :

0 komentar: