BERITA DARI ANDA UNTUK MEDIA KLATEN

Home » » Yudhoyono Dinilai Lembek terhadap Pengusaha Nakal

Yudhoyono Dinilai Lembek terhadap Pengusaha Nakal

Written By gusdurian on Senin, 19 Januari 2009 | 11.55

Yudhoyono Dinilai Lembek terhadap Pengusaha Nakal
"Mungkin langkah ini kurang populis."
KEDIRI – Sutiyoso, mantan Gubernur DKI Jakarta, menganggap pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla lembek terhadap pengusaha nakal. Dampaknya, banyak pengusaha hitam mendominasi kegiatan ekspor produk vital secara bebas.

"Mana ada penangkapan pengusaha nakal," kata Bang Yos--sapaan Sutiyoso--di Kediri, Jawa Timur, kemarin. Sikap lembek pemerintah terhadap pengusaha nakal membuat minyak dan gas langka di pasar akhir-akhir ini. "Buktinya, kelangkaan masih terjadi di sana-sini."

Penegak hukum diminta mengusut kegiatan ekspor pengusaha, terutama bidang vital, seperti minyak, gas, dan batu bara. "Mungkin langkah seperti ini kurang populis, tapi harus dilakukan," kata Bang Yos.

Ia kemarin membeberkan kelemahan pemerintah Yudhoyono-Kalla dalam kuliah terbuka di depan ratusan mahasiswa Universitas Islam Kediri. Menurut dia, penegakan hukum pemerintah Yudhoyono masih setengah hati. Pemerintah diminta tak setengah-setengah menjalankan proses hukum.

Sutiyoso saat ini menjadi satu dari sejumlah tokoh yang menyatakan diri siap menjadi calon presiden, pesaing Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri pada pemilihan tahun ini. Ia sudah didukung Partai Indonesia Sejahtera, salah satu partai peserta pemilu legislatif.

Soal persiapannya menduduki posisi kursi presiden, Bang Yos mengaku tengah menjalin komunikasi dengan sejumlah partai menengah, terutama partai Islam. Selain Partai Indonesia Sejahtera, partai Islam dan berbasis massa Islam potensial meraih suara besar dan didekati.

Ia berencana bertemu dengan sejumlah kiai di Kediri, satu di antaranya KH Anwar Iskandar, pemimpin Pondok Pesantren As’saidiyah, Jamsaren.

Staf khusus Presiden bidang hukum, Denny Indrayana, membantah anggapan bahwa kebijakan penegakan hukum pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono memihak pengusaha tertentu. "Presiden tak pernah bersikap diskriminatif," kata Denny. Dalam menegakkan hukum, kata dia, Presiden tegas.

Menurut Denny, Presiden memang mengajak para pengusaha bekerja sama memajukan perekonomian. "Presiden mendengarkan keinginan pengusaha. Tapi tak semuanya dituruti," katanya. Dia menunjukkan contoh. Presiden menuruti permintaan pengusaha untuk menurunkan tarif dasar listrik. "Tapi Presiden juga meminta mereka menurunkan harga produk." ANTON SEPTIAN | HARI TRI WASONO



http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/01/16/Nasional/krn.20090116.153960.id.html
Share this article :

0 komentar: