BERITA DARI ANDA UNTUK MEDIA KLATEN

Home » » Kedubes AS Terbesar di Dunia Diresmikan

Kedubes AS Terbesar di Dunia Diresmikan

Written By gusdurian on Selasa, 20 Januari 2009 | 12.33

Kedubes AS Terbesar di Dunia Diresmikan


AP/Hadi Mizban

Para undangan melihat pengibaran bendera AS saat peresmian Kantor Kedutaan Besar AS yang baru di Baghdad, Irak, Senin (5/1).

[BAGHDAD] Amerika Serikat (AS) membuka kedutaannya yang terbesar di dunia di Irak, sebuah kompleks mirip benteng di jantung Green Zone, yang dibangun dengan dana tak kurang US$ 700 juta, Senin (5/1). Pembukaan kedutaan tersebut dipandang sinyal paling nyata atas apa yang disebut para pejabat AS sebagai babak baru dalam hubungan antara AS dan Irak yang lebih berdaulat.

Marinir AS mengibarkan bendera AS di bangunan-bangunan di dalam kompleks kedutaan, yang menempati lahan seluas 104 acre atau 48,32 hektare dan mempekerjakan sekitar 1.000 pegawai atau lebih dari sepuluh kali lipat besarnya ketimbang kedubes AS mana pun di dunia. Ukuran pasti kedubes baru AS di Irak belum diungkapkan. Namun, disebutkan kedutaan tersebut ukurannya enam kali lebih besar ketimbang kompleks PBB di New York dan sepuluh kali lebih besar ketimbang Kedubes AS yang baru di Beijing. Kedutaan di Beijing yang seluas 10 acre atau 4,646 hektare tersebut adalah misi AS terbesar kedua di dunia.

"Irak sudah memasuki era baru dan begitu pula dengan hubungan Irak-AS," kata Duta Besar AS untuk Irak Ryan Crocker.

Dalam peristiwa yang disebut-sebut mengisyaratkan hubungan baru AS-Irak yang tidak diprediksikan sebelumnya, Perdana Menteri Nouri al-Maliki tidak menghadiri upacara pembukaan gedung kedutaan pada hari Senin. Alasannya, ia sedang berkunjung ke Iran, negara yang selama ini dituding AS membantu dan mempersenjatai militan-militan Irak.

Di sela-sela penjelasan yang disampaikan tentang pembukaan kedutaan sedemikian besarnya dengan berselang tiga tahun sebelum AS harus merampungkan penarikan 146.000 tentaranya dari Irak, Crocker mengatakan, kedutaan yang sedemikian besar tersebut sangat vital bagi AS untuk tetap terlibat di Irak dalam berbagai cara yang bersifat nonmiliter.

"Saya pikir kita telah menyaksikan sejumlah kemajuan besar," kata Crocker sebelum upacara peresmian gedung kedutaan. "Tetapi, pembangunan Irak era baru ini akan membutuhkan waktu yang sangat lama dan kita perlu terus terlibat di sini," tandasnya.

Crocker mengatakan, Baghdad kini tengah menatap ke Barat untuk pertama kalinya sejak revolusi militer 1958 yang berhasil menumbangkan monarki Irak sekaligus menciptakan panggung bagi berkuasanya Partai Baath, yang mendominasi Irak hingga datangnya invasi di bawah kepemimpinan AS pada 2003.

Pembukaan kedutaan bernilai US$ 700 juta tersebut muncul selang beberapa hari setelah kesepakatan keamanan antara Irak dan AS mulai berlaku efektif, menggantikan mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memberikan otoritas hukum kepada AS dan pasukan asing lainnya beroperasi di Irak.

Mengacu perjanjian keamanan yang baru, tentara AS tidak akan menggelar kembali operasi-operasi unilateral dan hanya akan bertindak apabila ada permintaan dari pasukan Irak. Tentara AS juga harus meninggalkan kota-kota utama Irak pada bulan Juni 2009 dan dari keseluruhan negara itu pada akhir 2011. [AP/E-9]



http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=3180
Share this article :

0 komentar: