BERITA DARI ANDA UNTUK MEDIA KLATEN

Home » » Gunakan Uranium Israel Diselidiki

Gunakan Uranium Israel Diselidiki

Written By gusdurian on Rabu, 21 Januari 2009 | 11.25

Gunakan Uranium Israel Diselidiki



Wina, CyberNews. Badan pengawas nuklir PBB (IAEA) pada hari Selasa akan menelusuri laporan tentang kemungkinan Israel menggunakan amunisi depleted uranium (DU - sisa proses pengayaan uranium) saat menyerbu Gaza.

Sebagaimana dilaporkan Reuters, para duta besar negara Arab di Wina menyampaikan surat permintaan penyelidikan itu kepada Direktur Jenderal IAEA, Mohammed ElBaradei.Surat tersebut disampaikan duta besar Arab Saudi atas nama para diplomat Arab.

"Kami menyebarluaskan surat itu ke negara-negara anggota dan akan menyelidiki masalah ini dengan mengerahkan segala kemampuan," kata juru bicara IAEA Melissa Fleming.

Dia mengatakan IAEA belum melakukan penyelidikan karena terlebih dulu harus merundingkan hal itu dengan para negara anggota. Duta besar Israel untuk IAEA, Israel Michaeli, tidak mau berkomentar.

IAEA selama ini menyumbang bagi penelitan-penelitian mengenai jejak-jejak amunisi DU di kawasan Balkan.

DU digunakan sebagai senjata karena lebih mampu menembus dinding tank dan kendaraan lapis baja.

(Ant /smcn)



http://suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=21531

21/01/2009 07:40 wib - Internasional Aktual
Israel Dituduh Gunakan Elemen Nuklir di Gaza



Wina, CyberNews. Badan PBB untuk pengawasan energi nuklir (IAEA) mengatakan lembaga itu akan menyelidiki klaim para duta besar AS di Wina bahwa Israel mungkin telah menggunakan amunisi yang mengandung uranium sisa (depleted uranium/DU) ketika menyerang Gaza.

IAEA mengatakan, pertemuan itu dibuat melalui satu surat yang dialamatkan kepada Direktur Jenderal Mohammed ElBaradei dan dikirimkan oleh Duta Besar Arab Saudi Senin lalu atas nama para diplomat Arab.

"Kami menyebarkan surat itu ke negara-negara anggota (IAEA) dan akan menyelidiki soal semampu kami," kata juru bicara IAEA, Melissa Fleming.

Melissa mengatakan IAEA belum memutuskan langkahnya karena harus dicek dahulu ke negara anggota. Duta Besar Israel untuk IAEA, Israel Michaeli, menolak mengomentari surat itu.

DU digunakan sebagai senjata karena memudahkan tank dan kendaran tempur berat melalukan penetrasi ke sasaran mengingat berat jenis dan hambatan fisik lainnya. DU juga digunakan untuk tujuan sipil di dunia kedokteran.

(Ant /smcn)

http://suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=21528
Share this article :

0 komentar: