Ehud Barak, MENTERI PERTAHANAN ISRAEL
“Kami ini tinggal di wilayah yang ganas”
Dalam sebuah wawancara dengan media terkemuka Jerman, Der Spiegel, Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak, 66 tahun, mengatakan serangan terhadap Palestina digelar bukan untuk memerangi warga Palestina, melainkan untuk melawan teror yang dilancarkan Hamas. Di sisi lain, Ketua Umum Partai Buruh Israel itu mengakui tak mudah melenyapkan Hamas. Benarkah?
Palestina menganggap Anda sebagai penghalang dalam proses perdamaian?
Saya ini pemimpin kamp perdamaian dan saya mendukung proses perdamaian. Tapi itu tidak berarti saya membiarkan Israel menjauh dari tujuan-tujuan strategisnya. Kami ini tinggal di wilayah bertetangga yang ganas dan tanpa belas kasihan dan tak punya kesempatan untuk melindungi diri mereka. Hanya Israel yang kuat dan penuh percaya diri yang bisa bersepakat dengan tetangga-tetangganya.
Amerika Serikat pun mengajukan komplain atas sikap kepala batu Anda dan Anda baru mau bersepakat setelah ditekan Menteri Luar Negeri Condoleezza Rice?
Tak seorang pun bisa memaksa saya. Saya ini bertanggung jawab atas keamanan warga sipil Israel dan saya amat serius dengan tanggung jawab ini. Kami telah memberikan kesempatan kepada Palestina untuk mengatur hidupnya sendiri. Tapi selalu saja (kesempatan) itu berakhir dengan meluncurnya roket-roket Palestina (ke Israel).
Mengapa Israel melancarkan operasi militer besar-besaran ke Gaza?
Kami tidak memerangi warga Palestina. Kami memerangi teror dan kami ingin Hamas membayar mahal atas sejumlah serangan yang datang dari Jalur Gaza. Warga Palestina sendiri yang memilih seperti itu. Kami tak bisa menghindarinya. Tapi jika teror dari Jalur Gaza berhenti dan penyelundupan senjata berhenti, kami akan dengan gembira menyambutnya.
Kalau memang masalahnya Hamas, mengapa sebelumnya Anda menghukum warga Palestina secara kolektif dengan memutus listrik dan pasokan bahan bakar ke Jalur Gaza? Bukankah itu malah membuat Hamas kian kuat?
Kami tidak beranggapan itu sebuah hukuman yang bersifat kolektif.
Tapi mengapa seluruh warga Palestina mesti menanggungnya?
Kami berhati-hati sehingga tidak ada krisis kemanusiaan. Kalau Anda melihat banyak orang tinggal di kegelapan di Kota Gaza, itu cuma sandiwara Hamas. Saat itu level aliran listrik mencapai 78-82 persen. Masalah terbesarnya adalah Hamas tetap saja meluncurkan roket-roketnya dari gardu-gardu listrik yang justru menyuplai listrik ke Jalur Gaza.
Adakah risiko bilamana Hamas mengambil alih Tepi Barat?
Jelas berisiko. Tak serta-merta selalu dengan peluru.
Apakah Israel bersedia bekerja sama dengan Presiden Mahmud Abbas andaikata Abbas akur dengan Hamas?
Saya tidak bisa berlagak mengontrol mereka. Kami menentang Hamas. Tapi saya tidak dalam posisi untuk mengatakan bahwa lebih baik mereka memiliki pemerintahan yang bersatu atau Abbas mesti menduduki Jalur Gaza. Kepada kolega saya di kabinet yang mengira kami akan dengan mudah melenyapkan Hamas, saya ingin bilang: Anda tidak bisa mendikte orang lain. Sebab, kondisi itu tidak berlaku di Afganistan maupun di Irak. Apalagi di Timur Tengah.
DERSPEIGEL | DRE
http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/01/07/Internasional/krn.20090107.152961.id.html
Ehud Barak, MENTERI PERTAHANAN ISRAEL
Written By gusdurian on Selasa, 20 Januari 2009 | 12.55
Related Games
If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar